Kita sering mendengar slogan “Hemat Energi Hemat Biaya” yang biasanya berhubungan dengan penggunaan daya listrik. Dan salah satu komponen yang cukup banyak menyerap energi listrik adalah lampu. Karena itu Lampu Hemat Energy adalah alternatif pilihan untuk melakukan penghematan.
Untuk bisa memilih lampu yang tepat, kita perlu memahami apa saja spesifikasi yang perlu diperhatikan. Kali ini rubrik freezepage mencoba mengulas bagaimana cara memilih lampu hemat energi dan hemat biaya tersebut.
Bagaimanapun, seringkali lampu hemat energi mempunyai harga lebih mahal dibandingkan lampu yang lain. Tetapi kelebihan biaya ini akan terkompensasi dengan penghematan yang diperoleh.
Tegangan / Voltase / Voltage
Saat ini tegangan listrik yang disuplai oleh PLN ke perumahan hanya ada satu macam yaitu 220V. (catatan : Pada umumnya PLN mensuplai daya listrik 1 phase ke perumahan dengan tegangan 220V, yaitu tegangan yang diukur antara penghantar phase dan netral. Sedangkan tegangan 380V adalah tegangan yang diukur antara penghantar phase dan phase pada suplai listrik 3 phase).
Problemnya adalah tegangan suplai 220V terkadang tidak stabil bahkan bisa turun hingga dibawah 200V, terutama terjadi pada waktu beban puncak yaitu antara jam 18.00 – 22.00.
(catatan : Waktu Beban Puncak (WBP) adalah waktu dimana beban listrik yang harus disuplai PLN mencapai puncaknya sehingga berpengaruh pada kualitas tegangan yang disalurkan)
Karena itu spesifikasi tegangan pada lampu saat ini sudah dibuat dengan jangkauan tegangan yang lebih lebar, misalnya antara 170 – 250V.
Jam Nyala / Hours
Pada setiap kemasan lampu sering dicantumkan umur lampu yang di hitung dengan jam nyala (hours). Satuan inilah yang dipergunakan sebagai acuan untuk mengukur lifetime (masa hidup) lampu. Contohnya, bila pada kemasan di cantumkan 8000 jam atau 8000 hrs, dengan rata-rata pemakaian perhari selama 5 jam maka secara matematis lampu tersebut memiliki lifetime atau masa hidup dengan hitungan 8000/5 = 1600 hari atau setara dengan 4 tahun 5 bulan.
Daya Listrik / Watt
Watt (simbol: W) adalah satuan yang digunakan dalam mengukur daya. Kita dapat memilih daya yang sesuai dengan kebutuhan. Semakin tinggi daya maka semakin terang lampu dalam memberikan cahayanya.
Yang perlu diperhatikan adalah tidak semua merk lampu dengan watt yang sama memiliki kekuatan terang yang sama. Kita harus mencoba lampu tersebut sebelum membeli. Pada merk yang ternama, Watt yang tertera di dalam kemasan adalah benar.
Dan yang perlu di waspadai adalah merk abal-abal, dimana perlu dicoba membandingkan terang lampunya dengan merk ternama apakah hasil dan kualitasnya sama atau bahkan lebih redup. Walaupun hal ini kembali kepada kebutuhan masing-masing.
Ketergantungan masyarakat terhadap listrik boleh dikatakan cukup tinggi sekarang ini. Sebenarnya bukan hanya listrik saja
Hemat energi belakangan ini semakin sering disuarakan, demi kelangsungan masa depan anak cucu kita nanti dan juga untuk menyelamatkan bumi tempat kita berpijak ini